You are currently viewing Fiksi Cepat: Aku Suka Dia

Fiksi Cepat: Aku Suka Dia

Hari selasa datang. Sedikit lagi aku akan bisa senang. Tetapi sebelum itu, aku harus pergi ke sekolah dulu.

Membosankan. Tidak berguna. Tidak ada harapan.

Bangsa ini sudah tidak bisa diselamatkan. Seperti ayahku. Kecuali mungkin satu hal.

Sarah. Dia selalu baik ke aku. Dan aku juga selalu baik ke dia, tentunya.

Saat dia menolongku melawan para bajingan saat aku kencing, dia berani untuk mendorong Gibran dariku. Sarah sampai jatuh dan pingsan. Tetapi aku dapat kesempatan untuk memukul Gibran sampai dia sendiri ikut pingsan. Saat hari itu, yang merupakan sekitar 2 minggu sebelum hari ini, Gibran dan para teman-teman berandalnya berhenti menghampiri aku. Haha. Aku menang.

Kembali ke Sarah, aku harus mentraktirnya untuk makan. Mungkin aku bisa jadi lebih dekat dengannya. Jujur saja, aku cukup suka dengan dia.

Aku ingin dia juga menjadi lebih suka denganku.

Tapi bagaimana ya? Ah, mending pikirinnya nanti saja di sekolah.

Aku langsung pergi saja ke sekolah kalau begitu agar bisa ketemu dengan dia langsung. Tapi aku harus bersihin baju sekolahku dulu. Masih kotor dari saat malam tadi ketika aku ditawarkan makan dengan mama. Ia selalu baik.

Aku ambil ember. Isi dengan air. Dan aku tumpahkan untuk menghilangkan semua noda tidak enak yang ada di pakaian sekolahku sekarang.

“Mama, aku pergi dulu ya!” Aku teriak. “Nanti aku akan coba mampir ke rumah papa.”

Aku segera keluar. Tidak sabar aku bertemu dengan Sarah.

Tinggalkan Balasan