You are currently viewing Fiksi Cepat: Rumah Xilofon

Fiksi Cepat: Rumah Xilofon

Berdiri. Di tengah-tengah ruang ini.

Di antara ku. Mata-mata yang selalu menatap, dan tidak pernah mengedip, dan tidak pernah melihat hal lain.

Seperti. Aku seorang semut yang melihat ke langit, dan menatap ke tata surya.

Dewa dan dewi. Tolong selamatkan aku dari azab ini, aku tidak pantas disini.

Dan akupun tidak mengerti mengapa aku disini. Mengapa aku bisa kesini. Mengapa mereka disini.

Tolong selamatkan aku. Dan hancurkanlah mereka yang mencoba pergi ke rumah ini. Lebih baik lagi, hancurkanlah rumah ini dan semua yang mengisinya.

Tinggalkan Balasan